Kehidupan Sosial-Budaya Masyarakat Cina Benteng Di Tenjo (1965-1998)

Ernawati Ernawati, Usmaedi Usmaedi, Weny Widyawati Bastaman, Frylla Mandala Putra

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kehidupan sosial-budaya masyarakat Cina Benteng di Tenjo, Kabupaten Bogor, pada tahun 1965–1998, dengan fokus pada latar belakang keberadaan masyarakat Cina Benteng serta dinamika kehidupan sosial-budaya pada masa Orde Baru. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi untuk merekonstruksi peristiwa sejarah secara sistematis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta penelusuran berbagai sumber tertulis berupa arsip, buku, jurnal, dan dokumen lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Cina Benteng di Tenjo merupakan bagian dari komunitas Tionghoa peranakan yang telah lama menetap dan membangun kehidupan berdampingan dengan masyarakat setempat melalui proses adaptasi dan akulturasi budaya. Pada masa Orde Baru, kebijakan pemerintah memberikan pengaruh terhadap kehidupan sosial-budaya masyarakat, terutama dalam pelaksanaan tradisi, praktik keagamaan, penggunaan bahasa, dan ekspresi budaya Tionghoa. Meskipun menghadapi berbagai pembatasan, masyarakat Cina Benteng di Tenjo tetap mampu mempertahankan identitas budayanya melalui strategi adaptasi yang tidak menghilangkan nilai-nilai budaya yang diwariskan. Kehidupan sosial yang harmonis, hubungan antaretnis yang baik, serta tetap berlangsungnya tradisi dan aktivitas keagamaan menunjukkan bahwa masyarakat Cina Benteng di Tenjo berhasil menjaga keberlangsungan identitas budaya di tengah perubahan sosial dan kebijakan pemerintah selama periode 1965–1998.

Keywords


Cina Benteng, Orde Baru, Kehidupan Sosia-Budaya

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Aryani, M. K. (2022). Inpres no 14 tahun 1967: bentuk diskriminasi pemerintah orde baru terhadap etnis tionghoa. 2(2), 1–12.

Atfal, R. F., Sari, R., Paramitha, N. A., & Abstrak, I. A. (2025). Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Mencipta Harmoni dalam Dominasi: Habitus Cina Benteng di Pemukiman Kalipasir Tangerang. 14(03), 146–156.

Chessiagi, L., Darmawan, W., & Tarunasena. (2018). Dinamika Kehidupan Sosial Budaya Etnis Tionghoa Dalam Bingkai Kebijakan Asimilasi Orde Baru (1966-1998. Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 7(1), 113–122. Https://Doi.Org/10.17509/Factum.V7i1.11941

Coppel, Charles A. 1993. Tionghoa Indonesia Dalam Krisis. Jakarta: Sinar Harapan

Farchan, Y. (2022). Dinamika Sistem Politik Otoritarianisme Orde Baru. 1, 152–161.

Faradita, D., & Putra, A. P. (2024). Sejarah Tradisi Sosial Budaya Cap Go Meh Pada Masyarakat Cina Benteng Di Kota Tangerang. Jurnal Studi Sejarah Dan Pengajarannya, 32(3), 167–186.

Gumulya, D. (2017). Pencampuran budaya cina, jawa, dan belanda pada budaya makan cina peranakan. 03(02), 130–143.

Harianto, J., Rahyono, F. X., & Suratminto, L. (2025). Pemertahanan Wujud Kebudayaan Tradisi Ritual Ceng Beng pada Masyarakat Cina Benteng di Karawaci dan Pasar Lama. Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia, 7(2), 193–202. https://doi.org/10.23887/jabi.v7i2.92492

Haryani, E. (2020). Masyarakat Cina Benteng Kota Tangerang Dan Model Ketahanan Budaya Keagamaan. Jurnal Lektur Keagamaan, 18(2), 399–428.

Irawan, N. Y. (2014). Pergeseran Bahasa Mandarin Dialek Hokkian Pada Keluarga Etnis Cina Benteng Di Kelurahan Sukasari, Tangerang.

Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 1967 bphn.go.id

Jayusman, I. (2019). Peran Orang Cina Dalam Perdagangan di Jawa Pada Zaman Voc Abad XVII. 2(2), 1–10.

Jonathan, M. A., Trihardini, A., & Prasetyaningtyas, H. (2022). Pembelajaran Bahasa Mandarin pada Masa Orde Baru. 01(03), 45–54.

Kanumoyoso, B. (2023). Ommelanden Perkembangan Masyarakat dan Ekonomi di Luar Tembok kota Batavia. KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).

Kartodirjo, S. (1998). Pengatar Sejarah Indonesia Baru; 1500-1900 Dari Emporium Sampai Imperium Jilid 1. PT Gramedia Pustaka Utama.

Khaerunisa, Enis. (2018). Diskriminasi Terhadap Etnis Tionghoa Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor (Skripsi). Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. PT Tiara Wacana.

Legowo, K. W. (2012). Konflik Dan Integrasi, Sebuah Kajian Awal: Kasus Kerusuhan Medan, April. 3(1), 68–77.

Munandar, A. A., Supartha, I. M., Poyoh, ingrit H. E., Johan, I. M., Kumia, L., & Anggraini, Y. (2007). Sejarah Kebudayaan Indonesia 1 Religi dan Falsafah. Direktorat Geografi Sejarah, Dapartemen Kebudayaan dan Parawisata.

Nugroho, A. N. P., & Setyowati, R. R. (2019). Indonesia, Adikuasa Perdagangan Tiongkok: Tiongkok Dalam Revolusi Industri 4.0 Di Indonesia, (Tinjauan Sejarah Sosial-Ekonomi Pedagang Tiongkok di Indonesia). 119–131.

Nurcahyo, D, A. (2016) Kebijakan Orde Baru Terhadap Etnis Tionghoa. Skripsi: Universitas Sanata Darma: Jurusan Pendidikan Ilmu Sosial.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1992 bpk.go.id

Saputra, I., Zamzamia, I., & Setiyoko, D. T. (2025). Keragaman Budaya sebagai Identitas Bangsa Studi Multikultural di Indonesia. 9(3), 30778–30786.

Singgih, D. S. M. (2011). Tridharma Selayang Pandang. Yayasan Bakti (Balai Kitab Tridharma)

Sudibyo, D., Sumaryoto, & Sumaryati. (2025). Sekolah Etnis Tionghoa Di Jakarta Pada Masa Pemerintahan Presiden Soeharto (1966-1998). 8(3), 321–329.

Sujana, M. A., Wardah, E. S., & Alfiah. (2020). Etnis Tionghoa: Pluralisme Dan Regulasi Birokrasi di Indonesia. 181–193.

Tan, M. G. (1981). Golongan Etnis Tionghoa Di Indonesia. PT Gramedia.

Utami, N., Haryono, H., & Kudus, W. A. (2024). Relasi Sosial Etnis Tionghoa dan Pribumi di Pasar Lama Kota Tangerang. Etnoreflika: Jurnal Sosial Dan Budaya, 13(1), 112–133. https://doi.org/10.33772/etnoreflika.v13i1.2365

Zaini, M. R. (2014). Perjalanan Menjadi Cina Benteng : Studi Identitas Etnis di Desa Situgadung. 19(1), 93–117.




DOI: https://doi.org/10.56842/jpk.v3i3.1503

Refbacks

  • There are currently no refbacks.