Integrasi Kearifan Lokal dalam IPS SD untuk Karakter dan Kesadaran Sosial Digital Siswa: Systematic Literature Review
Abstract
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kesadaran sosial siswa. Namun, dominasi pendekatan tekstual membuat pembelajaran IPS sering kali kehilangan konteks kulturalnya, terutama di daerah yang kaya akan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren, mengidentifikasi research gap, dan menawarkan kerangka konseptual baru mengenai integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Data dikumpulkan dari 65 artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2015 hingga 2026 melalui pangkalan data Scopus, Sinta, ERIC, dan Google Scholar. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian tentang integrasi kearifan lokal dalam IPS SD masih didominasi oleh pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada satu daerah tertentu. Penelitian yang menghubungkan kearifan lokal dengan penguatan karakter dan kesadaran sosial secara simultan masih sangat terbatas, terutama di wilayah Indonesia Timur. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang signifikan bagi guru PGSD, pengembang kurikulum, serta pembuat kebijakan. Kontribusi tersebut diwujudkan dalam bentuk panduan merancang pembelajaran IPS yang tidak hanya kontekstual dan berkarakter, tetapi juga responsif terhadap tantangan literasi sosial di era digital.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Barton, K. C., & Levstik, L. S. (2018). Teaching history for the common good. Routledge.
Haryanto, B., & Sari, D. K. (2024). Efektivitas pendampingan kader dalam penurunan prevalensi stunting di wilayah pedesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(1), 22-30.
Lickona, T. (2021). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Munandar, A. (2022). Revitalisasi kearifan lokal dalam pendidikan karakter di era globalisasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(2), 145-160.
National Council for the Social Studies. (2020). The college, career, and civic life (C3) framework for social studies state standards. NCSS.
Noblit, G. W., & Hare, R. D. (1988). Meta-ethnography: Synthesizing qualitative studies. Sage Publications.
Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., ... & Moher, D. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71.
Prensky, M. (2020). From digital natives to digital wisdom: Hopeful essays for 21st century learning. Corwin Press.
Pratiwi, R., & Firmansyah, M. (2024). Analisis determinan lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 23(1), 12-19.
Rahmawati, I., & Nugroho, A. (2022). Integrasi kearifan lokal berbasis lingkungan dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan IPS Indonesia, 8(1), 45-58.
Sartini. (2021). Menggali kearifan lokal nusantara: Sebuah kajian filsafat. Jurnal Filsafat, 31(2), 112-127.
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333-339.
Susanto, T., & Wijaya, H. (2023). Integrasi PHBS dan pemanfaatan TOGA dalam pencegahan stunting di daerah pedesaan. Jurnal Abdimas Multidisiplin, 2(1), 45-53.
Wade, R. C. (2020). Diversity as a core concept in social studies education. Social Education, 84(3), 142-147.
Wahyuni, S., & Hidayat, R. (2023). Literasi sosial digital generasi alpha: Tantangan dan peluang. Jurnal Teknologi Pendidikan, 15(2), 89-104.
Xiao, Y., & Watson, M. (2019). Guidance on conducting a systematic literature review. Journal of Planning Education and Research, 39(1), 93-112.
Yuliana, E., & Setiawan, B. (2022). Penguatan identitas budaya melalui pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(2), 178-192.
DOI: https://doi.org/10.56842/jpk.v3i3.1437
Refbacks
- There are currently no refbacks.



