Makna dan Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Tari Indang: Kajian Budaya Sumatera Barat

Fadilah Nur Zikriyah, Arya Wiradarma Saputra, iis izzatul Hasanah, Azzahra Arrohma, Ariq Wicaksono, Azzahra Kurnia

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Tari Indang sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat. Tari Indang berakar dari tradisi dakwah Islam yang diperkenalkan oleh Syekh Burhanuddin dan berfungsi sebagai media penyebaran ajaran Islam melalui gerak, syair, dan irama yang harmonis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang bersumber dari berbagai literatur, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang ditelusuri melalui basis data ilmiah seperti Google Scholar dan jurnal nasional terakreditasi SINTA. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tari Indang memiliki makna religius, sosial, dan budaya yang mencerminkan filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya meliputi kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, kerendahan hati, dan religiusitas yang berperan penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Selain itu, Tari Indang juga menjadi sarana pelestarian budaya dan penguatan identitas masyarakat Minangkabau. Dengan demikian, Tari Indang tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga berfungsi sebagai media pendidikan dan pewarisan nilai moral serta spiritual yang tetap relevan di era modern.

Keywords


Tari Indang; Nilai Pendidikan; Budaya; Sumatera Barat

Full Text:

PDF

References


Ahyono, F. X. (2013). Kearifan lokal dalam budaya Nusantara. Wedatama Widya Sastra.

Akbar, A. M. (2013). Penerapan nilai-nilai Islam dalam pembentukan akhlakul karimah. STAIN Kediri.

Alfarras, M. B. (2023). Kedudukan Etika, Moral dan Hukum. Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum Dan Masyarakat, 1(02).

Ediwar. (2010). Kesenian Indang dalam Konteks Budaya Rakyat Minangkabau. Jurnal Aswara.

Firmansyah, M., Masrun, M., & Yudha S, I. D. K. (2021). Esensi Perbedaan Metode Kualitatif Dan Kuantitatif. Elastisitas - Jurnal Ekonomi Pembangunan, 3(2), 156–159. https://doi.org/10.29303/e-jep.v3i2.46

Herman, H., & Desfiarni, D. (2024). Koreografi Tari Indang Kreasi Versi Sanggar Seni Binuang Sati di Nagari Lubuk Alung Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 8953-8960.

Indrayuda, I. (2019). Idealisme Seniman Berdampak pada Marginalisasi Kesenian Indang Tradisi. Dance and Theatre Review, 2(2). https://doi.org/10.24821/dtr.v2i2.3310

Irnawilis, I. (2017). Pembelajaran Tari Indang Menggunakan Model Pembelajaran Tutor Sebaya Kepada Siswa Kelas Viii Smp Negeri 14 Palembang. Jurnal Sitakara, 2(2). https://doi.org/10.31851/sitakara.v2i2.1191

Kamal, M. (2012). Tari Indang sebagai simbol kebersamaan dan identitas sosial masyarakat Pariaman. Universitas Negeri Padang Press.

Kamal, Z. (2012). Eksistensi Seni Pertunjukan Nagari Kepala Hilalang Kabupaten Padang Pariaman. Wacana Etnik, 3(1), 45–70. https://doi.org/10.25077/we.v3.i1.29

Marfalak, M. (2022). Pelestarian Indang Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Korong Kuliek Nagari Sungai Buluh Timur. Education For All: Jurnal Pendidikan Masyarakat, 2(2), 13-20.

Maryati, Y. S., Saefullah, A. S., & Azis, A. (2025). Landasan normatif religius dan filosofis pada pengembangan metodologi pendidikan agama islam. Qolamuna: Keislaman, Pendidikan, Literasi dan Humaniora, 1(2), 65-84.

Putri, Y. D., Hardi, H., & Gusti, A. (2024). Kreativitas masyarakat Jorong Sampu dalam upaya pelestarian Tari Indang Tagak Nagari Lubuk Gadang Utara Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan. Abstrak: Jurnal Kajian Ilmu Seni, Media dan Desain, 1(5), 67–78. https://doi.org/10.62383/abstrak.v1i5.273

Saefullah, A. S., & Sukmara, D. (2025). Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Ngalaksa Rancakalong: Sebuah Kajian Kualitatif Etnopedagogis. Borneo Journal of Islamic Education, 5(1), 101–112.

Saefullah, A. S. (2024). Ragam Penelitian Kualitatif Berbasis Kepustakaan Pada Studi Agama dan Keberagamaan dalam Islam. Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 2(4), 195–211. https://doi.org/10.59059/al-tarbiyah.v2i4.1428

Soedarsono. (1977). Pengantar Pengetahuan Tari. Jakarta. Lagaligo.

Sonia, U. (2020). Koreografi Tari Indang Randai di Sanggar Alang Bangkeh Silaing Bawah Kota Padangpanjang. E-Jurnal Sendratasik, 9(2), 9–15.

Subekti, A. (2008). Keberagaman tari nusantara. Intan Pariwara.

Widjaja. (2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia: Suatu Pengantar. PT. Ghalia Indonesia.

Wiri, S. H., Erlinda, E., & Auliana, M. (2025). Dinamika Ekosistem Tari Indang Tagak di Jorong Sampu Nagari Lubuk Gadang Utara Kabupaten Solok Selatan Provinisi Sumatera Barat. ATMOSFER: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, Dan Sosial Humaniora, 3(2), 39-56.

Zulfahmi, M., & Precillia, M. (2025). Dramaturgi Kesenian Indang Solok Di Kanagarian Jawi-Jawi Kabupaten Solok Propinsi Sumatera Barat. Panggung, 35(3), 353-369. https://doi.org/10.26742/panggung.v35i3.3911




DOI: https://doi.org/10.56842/jpk.v3i01.845

Refbacks

  • There are currently no refbacks.