Implementasi Modul Ajar Digital Berbasis Kearifan Lokal Tradisi Mbolo Rasa untuk Penguatan Pendidikan Karakter Siswa SMP
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan modul ajar digital berbasis kearifan lokal tradisi Mbolo Rasa untuk memperkuat pendidikan karakter siswa SMP. Urgensi penelitian ini didasarkan pada masih terbatasnya integrasi nilai-nilai budaya lokal ke dalam sumber belajar digital, sehingga pembelajaran IPS belum sepenuhnya mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, bermakna, dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan research and development yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan modul, pengembangan prototipe, validasi ahli, implementasi terbatas, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dokumentasi, dan evaluasi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi mbolo rasa mengandung nilai musyawarah, tanggung jawab, gotong royong, toleransi, dan etika sosial yang relevan dengan tujuan pembelajaran IPS dan penguatan pendidikan karakter. Modul digital yang dikembangkan mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam aktivitas pembelajaran interaktif berbasis teknologi. Implementasi modul diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sosial, literasi budaya, motivasi belajar, dan karakter peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis terhadap pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal pada era digital.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Banks, J. A. (2015). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching (6th ed.). Routledge.
Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. Springer.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2017). Penguatan pendidikan karakter (PPK). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press.
Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants. On the Horizon, 9 (5), 1–6.
Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan global masa depan dalam transformasi pendidikan nasional*. Grasindo.
Arifin, Z., & Setiawan, A. (2023). Digital learning innovation and character education integration in Indonesian secondary schools. Journal of Educational Technology and Learning Innovation, 12(2), 145–158.
Avdiu, E., Bekteshi, E., & Gollopeni, B. (2025). Learning skills for the future: Implementing the 21st-century learning. Multiscience Journal, 7(1), 1–8.
Buwono, S., & Dewantara, J. A. (2020). Analisis konten sumber ajar IPS pada SMP di Kota Pontianak. Jurnal Basicedu, 4(3), 740–753.
Dewi, N. P., & Mulyadi, S. (2024). Local wisdom-based learning as an approach to strengthening students’ social character. International Journal of Social Education, 9(1), 55–67.
Fauzan, M., & Hidayat, T. (2022). Contextual social studies learning through indigenous culture in Indonesia. Journal of Social Science Education Research, 15(3), 201–214.
Haryanto, A. (2024). Nilai-nilai pendidikan Islam dalam budaya Mbolo Weki di Desa Mbawa Kecamatan Donggo, Bima. Fitrah, 15(2), 163–180.
Hasibuan, K., Sari, N., & Nursyahilla, S. (2025). Pemanfaatan media multimedia interaktif untuk meningkatkan minat belajar IPS siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 3(1), 166–175.
Idayanti, Z., & Suleman, M. A. (2024). E-modul sebagai bahan ajar mandiri untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Jurnal Pedagogi, 8(1), 127–133.
Khoirunnida, F. L., & Yusuf, S. M. (2022). Penguatan literasi pembelajaran IPS dalam menghadapi perubahan sosial budaya generasi Z era 4.0. Jurnal Pendidikan IPS, 3(2), 131–141.
Lestari, D., & Rahmawati, E. (2025). Integrating local cultural values into digital teaching modules for character education. International Journal of Learning and Development, 11(1), 88–101.
Mulyana, Y., & Suryadi, A. (2023). Character education through local wisdom in multicultural societies. Journal of Civic and Cultural Education, 7(4), 311–324.
Ningsih, R., & Prasetyo, H. (2024). Development of interactive e-modules to enhance students’ engagement in social studies learning. Journal of Educational Media Development, 8(2), 97–110.
Rahmadi, A., & Nurjana, P. (2024). Transformasi strategi pembelajaran di era digital: Inovasi menuju pendidikan abad ke-21. Jurnal Metabio, 6(2), 8–13.
Saputra, I. G., & Lestari, N. M. (2023). Indigenous knowledge integration in digital education resources: A systematic review. International Journal of Educational Research and Innovation, 18(2), 42–58.
Sari, M., & Kurniawan, D. (2025). Digital teaching materials based on local wisdom for strengthening students’ cultural literacy. Journal of Contemporary Education Studies, 14(1), 23–37.
Supriatna, N. (2021). Pendidikan IPS berbasis kearifan lokal untuk penguatan karakter bangsa. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 30(2), 87–99.
Utami, R., & Handayani, P. (2024). The role of local traditions in fostering democratic values among adolescents. International Journal of Civic Education, 6(3), 176–189.
Wahyuni, S., & Prabowo, H. (2023). Interactive digital modules in twenty-first century learning: Challenges and opportunities. Journal of Digital Education Studies, 5(1), 1–15.
Yusuf, M., & Hidayah, N. (2024). Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS berbasis budaya lokal. Jurnal Pendidikan Humaniora, 12(4), 255–267.
Zainuddin, A., & Fitria, L. (2025). Local wisdom and digital transformation in Indonesian education: Opportunities for character building. International Journal of Educational Culture, 10(1), 60–74.
DOI: https://doi.org/10.56842/jpk.v3i3.1379
Refbacks
- There are currently no refbacks.



