Makna Simbolik Ritus Perang Timbung dalam Kehidupan Budaya Masyarakat Pejanggik

Rapi Renda, Baiq Larre Ginggit Sekar Wangi, M. Okta Dwi Sastra F. M Marijo

Abstract


Perang Timbung merupakan ritus budaya masyarakat Desa Pejanggik yang mengandung sistem makna spiritual, moral, personal, dan sosial. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna simbolik Perang Timbung, khususnya sebagai wujud syukur atas keberhasilan panen. Penelitian menggunakan pendekatan etnografi interpretasi untuk memahami praktik ritual berdasarkan pengetahuan dan pemaknaan masyarakat Pejanggik. Data diperoleh melalui pengamatan rangkaian ritual dan wawancara dengan informan yang memiliki pengetahuan mengenai Perang Timbung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perang Timbung merupakan rangkaian budaya yang menghubungkan nazar sebelum musim tanam, keberhasilan panen, tanda alam berupa berbunganya pohon dangah, konfirmasi mangku, musyawarah masyarakat, persiapan material, pembuatan timbung, doa dan selamatan di Makam Serewe, hingga prosesi saling melempar timbung. Setiap unsur memiliki makna simbolik yang saling berkaitan. Kayu sangkel melambangkan persatuan, kerukunan, dan kekeluargaan; kayu banten merepresentasikan keberanian dan keteguhan menegakkan kebenaran; kayu kentujur melambangkan kejujuran; bambu galah merepresentasikan keteguhan keyakinan kepada Tuhan; daun pisang bermakna perlindungan; beras ketan merepresentasikan diri manusia; santan melambangkan kebaikan dan kearifan; pembakaran timbung merepresentasikan penyucian diri; sedangkan saling melempar timbung dimaknai sebagai ekspresi cinta kasih, penghormatan, dan kebersamaan. Dengan demikian, Perang Timbung menjadi ruang pewarisan nilai dan konstruksi manusia ideal dalam kebudayaan Pejanggik yang terus hidup dalam masyarakat.


Keywords


Perang Timbung; Makna Simbolik; Ritus Dan Etnografi; Masyarakat Pejanggik Dan Nilai Budaya

Full Text:

PDF

References


Akbar, A. T. (2025). Transformasi makna bentuk arsitektur rumah tradisional (Studi kasus rumah Boyang di Polewali Mandar, Sulawesi Barat) (Doctoral dissertation, UNUSIA).

Alfarizi, R., Brata, Y. R., & Sudarto, S. (2025). Value of local wisdom in the Nadran tradition at the Ki Buyut Manguntapa Site in Baregbeg District, Ciamis. JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 1(2), 206–229. https://doi.org/10.25157/jamasan.v1i2.5490

Annasthasya, D., Alfindoria, I., Rahayu, S., & Khair, O. I. (2025). Metodologi penelitian kualitatif: Tinjauan literatur dalam konteks pendidikan. Jurnal Ilmiah Multidisipin, 3(7), 423–429. https://doi.org/10.60126/jim.v3i7.1070

Ardelina, P. A. N. (2025). Makna simbolik tradisi Kirab Pusaka sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda di Kabupaten Trenggalek. DIWANGKARA: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa, 5(1). https://doi.org/10.29103/aaj.v9i2.19687

Astuti, L. (2016). Pemaknaan pesan pada upacara ritual Tabot (Studi pada simbol-simbol kebudayaan Tabot di Provinsi Bengkulu). Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik, 3(1). https://doi.org/10.37676/professional.v3i1.289

Azra, M. U., & Alvira, I. (2025). Makna simbolik tradisi Tabuik sebagai identitas budaya masyarakat Pariaman. Jurnal Imiah Mahasiswa Pariwisata, 3(2), 445–454.

Azzahra, L., Kariswan, K., & Sari, L. R. (2025). Peran dan makna ritual Nyambai dalam pelestarian nilai adat dan identitas budaya masyarakat Lampung. Aceh Anthropological Journal, 9(2), 193–209. https://doi.org/10.29103/aaj.v9i2.19687

Fasira, E. (2025). Interpretasi masyarakat tentang komunikasi simbolik dalam ritual kematian Towani Tolotang di Kelurahan Amparita (Doctoral dissertation, IAIN Parepare). https://doi.org/10.53429/j-kis.v6i1.1331

Haifa, N. M., Nabilla, I., Rahmatika, V., Hidayatullah, R., & Harmonedi, H. (2025). Identifikasi variabel penelitian, jenis sumber data dalam penelitian pendidikan. Dinamika Pembelajaran: Jurnal Pendidikan Dan Bahasa, 2(2), 256–270. https://doi.org/10.62383/dilan.v2i2.1563

Hanafi, H. L. M. (2023). Nilai solidaritas dalam tradisi Perang Timbung pada masyarakat Suku Sasak di Desa Pejanggik Lombok Tengah. An-Nas: Jurnal Humaniora, 7(2), 100–111. https://doi.org/10.32665/annas.v7i2.2053

Hanafiah, M. A., Nasution, L. M., Wardati, L., YM, K., & Tarmizi, A. (2026). Integrasi administrasi pendidikan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan madrasah: Studi kasus di MIS Ar Rum Medan Marelan. PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat, 6(2), 687–707. https://doi.org/10.47006/pendalas.v6i2.801

Hisaniyah, N., Perdana, A., Aryani, T., Pratama, D., & Hestiriniah, D. C. (2026). Konsep budaya dan dinamika kebudayaan dalam perspektif ilmu sosial. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 13(1), 242–249. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v11i2.14664

Irawan, D. (2022). Pendidikan agama Islam dalam menciptakan kepribadian yang baik di keluarga dan masyarakat. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial Dan Sains, 11(2), 222–231. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v11i2.14664

Irmayanti, A. P., Nelwati, S., Khadijah, K., Syamsi, S., & Maulana, F. (2024). Upaya guru Fiqih mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau berbasis Islam di MAN 2 Padang. At-Tajdid: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam, 8(1), 21–41. https://doi.org/10.24127/att.v8i1.3323

Izza, M. U., Sayekti, D. N. M., Sugiyamin, S., & Nugraha, L. (2026). Transformasi Pamor: Negosiasi makna dan kebendaan dalam keris Kamardikan berbasis logam daur ulang. Cilpa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa, 11(2), 161–182. https://doi.org/10.30738/cilpa.v11i2.22678

Kariana, I. N. P. (2025). Komunikasi ritual dan nilai filsafat dalam upacara Mapag Rare di Dusun Pemunut Kabupaten Lombok Barat. Sophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan Masyarakat, 8(1), 11–20. https://doi.org/10.53977/sd.v8i1.2490

Konsolehah, H. (2024). The Timbung War tradition in maintaining sustainable social values in the Sasak community in Pejanggik Village. Tourism Hospitality and Culture Insights Journal, 4(1), 22–28. https://doi.org/10.36983/thcij.v4i1.621

Lailiyah, S. (2026). Praktik spiritualitas masyarakat Jawa di Situs Candi Jawi, Kabupaten Pasuruan. Jurnal Budaya, 7(1), 53–64.

Leuape, E. S., & Dida, S. (2017). Dialetika etnografi komunikasi emik-etik pada kain tenun. Jurnal Kajian Komunikasi, 5(2), 147–158. https://doi.org/10.24198/jkk.v5i2.8637

Mahesa, M. D. A., & Shodiq, M. (2025). Fenomena perilaku masyarakat dalam tradisi Malam Selawe di Makam Sunan Giri, Gresik. Polyscopia, 2(3), 168–177. https://doi.org/10.5281/zenodo.17971882

Mubayanah, S., & Amin, N. (2024). Transformasi makna ritual dalam masyarakat modern: Analisis sosiologis dan budaya. GAHWA, 3(1), 17–33. https://doi.org/10.61815/gahwa.v3i1.473

Mudarman, M., Harjoni, M. K., Sari, O. P., Malini, N., & Andayani, A. (2026). Revitalisasi Gawe Selamet Desa Praja Yatim sebagai penguatan identitas budaya di Desa Montong Betok. Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat, 4(1), 170–186. https://doi.org/10.61722/japm.v4i1.7684

Nugraha, N., Lestari, S. N., & Fibiona, I. (2025). Dari ritual ke festival: Menenun identitas budaya dan pengembangan pariwisata melalui tradisi Sego Wiwit di Candi Ngawen. Local History & Heritage, 5(2), 193–203. https://doi.org/10.57251/lhh.v5i2.1933

Nur, A., & Utami, F. Y. (2022). Proses dan langkah penelitian antropologi: Sebuah literature review. Ad-Dariyah: Jurnal Dialektika, Sosial Dan Budaya, 3(1), 44–68. https://doi.org/10.55623/ad.v3i1.109

Nurfajriani, W. V., Ilhami, M. W., Mahendra, A., Afgani, M. W., & Sirodj, R. A. (2024). Triangulasi data dalam analisis data kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17), 826–833.

Nuruddin, N., & Nahar, N. (2022). Akulturasi praktik keberagamaan Islam dalam tradisi Perang Timbung di Desa Pejanggik Lombok Tengah. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan), 6(2). https://doi.org/10.58258/jisip.v6i2.2964

Prasetya, M. T., Delfi, M., & Rahman, F. (2026). Ritual Asyeik: Makna simbolik dan pengetahuan tradisional masyarakat Kerinci. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(3), 336–352. https://doi.org/10.35905/carita.v4i2.17698

Rijal, S. (2024). Etnografi komunikasi Bissu pada budaya ritual Maggiri di Segeri Kab. Pangkep (Doctoral dissertation, IAIN Parepare). https://doi.org/10.46870/jkpi.v4i1.997

Riyadi, A. S. M. (2026). Siram Tuwuh sebagai sistem simbolik: Pemaknaan ritual pascaperkawinan dalam konteks sosiokultural masyarakat Jawa Mancanegara Wetan. CARITA: Jurnal Sejarah dan Budaya, 4(2), 238–260. https://doi.org/10.35905/carita.v4i2.17698

Rokhman, R. A. (2020). Upacara adat Ngasa masyarakat Jalawastu (Studi kasus di Desa Ciseureuh Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes) (Doctoral dissertation, Fakultas Ilmu Budaya).

Rozy, F., Febriansyah, R., Ramadhan, P. A., Fahrurozi, F. A., Rizky, A. I., & Fauzi, A. M. (2020). Konstruksi sosial masyarakat penganut Sapta Darma dalam memegang teguh nilai Pancasila. Jurnal Perspektif, 4(1), 20–27. https://doi.org/10.15575/jp.v4i1.57

Sofyan, S. (2026). Ritual adat sebagai sumber belajar pada mata pelajaran Sosiologi. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 12(4A), 289–309. https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13953

Yulistiani, Y., Taufiq, M., Rahim, A., & Groenen, D. (2026). Negotiating religion and culture in the Perang Timbung tradition on transitional society in Central Lombok, Indonesia. GeoHuman: People, Place, and Power, 1(2), 57–67. https://doi.org/10.69877/geohuman.v1i2.13

Yuniar, M. H., Novia, N., & Sudarto, S. (2026). Misalin tradition as living ecological heritage: Reproducing environmental ethics and eco-cultural resilience through ritual practice. JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 2(2), 281–312. https://doi.org/10.25157/jamasan.v2i2.6163

Yuwita, N. (2025). Ritual mandi suci Petirtaan Jolotundo perspektif Coordinated Management of Meaning (CMM). Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 2(3), 288–303. https://doi.org/10.71242/dvyteh68




DOI: https://doi.org/10.56842/jpk.v3i4.1613

Refbacks

  • There are currently no refbacks.