Pemahaman Siswa SMA dalam Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Perbedaan Gaya Belajar

Lisda Ramdhani, K Khairuddin, Randi Ardiansyah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman siswa dalam pemecahan masalah matematika berdasarkan perbedaan gaya belajar, yaitu divergen, asimilatif, konvergen, dan akomodatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari empat siswi kelas X SMA PGRI Bolo-Bima. Penelitian dimulai dengan menentukan subjek penelitian menggunakan instrumen IGB. Kemampuan matematika yang relatif sama serta kesediaan siswa juga menjadi pertimbangan peneliti untuk memilih subjek, kemudian peneliti memberikan TPM dan wawancara kepada setiap subjek. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa subjek divergen memiliki pemahaman formal dalam memahami masalah, relasional dalam menyusun rencana, instrumental dalam melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Subjek asimilatif memiliki pemahaman formal dalam memahami masalah dan menyusun rencana, kemudian memiliki pemahaman instrumental dalam melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Subjek konvergen memiliki pemahaman formal dalam memahami masalah, relasional dalam menyusun, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Sedangkan subjek akomodatif memiliki pemahaman formal dalam memahami masalah, relasional dalam menyusun rencana, instrumental dalam melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali

Keywords


Pemahaman Siswa, Pemecahan Masalah & Gaya Belajar

Full Text:

PDF

References


Aunurrahman. (2010). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta

Baroody, A. J. (1993). Problem Solving, Reasoning, and Communicating. New York: Macmillan Publishing Company.

DePorter, B., & Hernacki, M. (2011). Quantum Learning. Bandung: Kaifa.

Ghufron, N., & Risnawita, R. (2012). Gaya Belajar: Kajian Teoritik. Yogyakarta: Putaka Pelajar.

Gunawan, A. W. (2004). Genius Learning Strategy: Petunjuk Praktis untuk Menerapkan Accelerated Learning. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kolb, D. A., Boyatzis, R. E., & Mainemelis, C. (1999). Experiential Learning Theory: Previous Research and New Directions. Claveland: Departemen of Organizational Behavior, Weatherhead School of Management, Case Western Reserve University.

Pehkonen, E. (2011). Problem Solving in Mathematics Education in Finland. Finland: University of Helsinki.

Polya, G. (1973). How To Solve It. New Jersey: Princeton University Press.

Ramdhani, L., Fauzi, A., & Widia, W. (2020). Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Dalam Pemecahan Masalah Geometri Ruang. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 6(2), 33-42.

Reed, S. K. (2011). Kognisi: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.

Santrock, J. W. (2009). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Salemba Humanika.

Siswono, T. Y. (2008). Model Pembelajaran Matematika Berbasis Pengajuan Masalah dan Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif. Surabaya: Unesa University Press.

Skemp, R. R. (1976). Relational Understanding and Instrumental Understanding. Mathematics Teaching, 77 , 20-26.

Skemp, R. R. (1987). The Psychology of Learning Mathematics (Expanded American Edition). New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates




DOI: https://doi.org/10.56842/dikmat.v1i02.24

Refbacks

  • There are currently no refbacks.