Pemberdayaan Masyarakat Desa Tambe Melalui Program Trias Pengabdian: Stunting, Pekarangan Sehat, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Abstract
Desa Tambe di Kabupaten Bima menghadapi tiga masalah kompleks yang saling terkait, yaitu risiko stunting pada balita, pemanfaatan pekarangan yang tidak optimal, dan rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Artikel ini mengevaluasi dampak program pengabdian masyarakat terintegrasi yang mencakup education stunting, budidaya Tanaman Obat Keluarga dan sayur organik, serta sosialisasi PHBS. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan ibu PKK, Kelompok Milenial, dan Kelompok Ibu Inovatif. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan mitra dari rata-rata 45 pada pretest menjadi 82 pada posttest. Secara perilaku, mitra berhasil mengimplementasikan pola asuh gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan, menanam lima jenis tanaman di pekarangan, dan menerapkan cuci tangan pakai sabun serta 3M Plus. Program ini terbukti membangun ekosistem keluarga sehat yang mandiri dan menjadi model baseline yang relevan untuk strategi percepatan penurunan stunting pada periode 2025-2029.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Bappenas. (2025). Rencana pembangunan jangka menengah nasional 2025-2029. Jakarta, Indonesia: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Black, R.E., Victora, C.G., Walker, S.P., et al. (2023). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 401(10385), 1234-1245.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bima. (2023). Profil kesehatan Kabupaten Bima tahun 2022. Bima, Indonesia: Dinkes Kabupaten Bima.
Food and Agriculture Organization. (2022). Home gardens for nutrition and food security. Rome, Italy: Food and Agriculture Organization.
Haryanto, B., & Sari, D.K. (2024). Efektivitas pendampingan kader dalam penurunan prevalensi stunting di wilayah pedesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(1), 22-30.
Kemendikbudristek. (2023). Panduan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jakarta, Indonesia: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kemenkes RI. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan tentang penyelenggaraan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2025). Buku saku hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) 2024. Jakarta, Indonesia: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Kemenkes RI. (2026). Strategi nasional percepatan penurunan stunting 2025-2029. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan RI.
Lestari, W., & Nugroho, A. (2023). Budidaya tanaman obat keluarga sebagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(3), 150-158.
Notoatmodjo, S. (2022). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta.
Pratiwi, R., & Firmansyah, M. (2024). Analisis determinan lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 23(1), 12-19.
Rahayu, S., & Pratama, A. (2023). Pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan keluarga di era pasca pandemi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(2), 112-120.
Susanto, T., & Wijaya, H. (2023). Integrasi PHBS dan pemanfaatan TOGA dalam pencegahan stunting di daerah pedesaan. Jurnal Abdimas Multidisiplin, 2(1), 45-53.
UNICEF. (2023). The state of the world's children 2023: For every child, vaccination. New York, NY: UNICEF.
World Health Organization. (2023). Global nutrition targets 2025: Stunting policy brief. Geneva, Switzerland: WHO.
DOI: https://doi.org/10.56842/jippma.v2i2.1373
Refbacks
- There are currently no refbacks.


