MODEL OPTIMASI PENENTUAN LOKASI PUSKESMAS PEMBANTU (PUSTU) MENGGUNAKAN GRAPH THEORY DAN MAXIMUM COVERAGE LOCATION PROBLEM UNTUK MEMAKSIMALKAN AKSES PELAYANAN KESEHATAN DI KECAMATAN DRAMAGA, CIOMAS, DAN CIAMPEA

Noel Goklas Napitupulu, Luthfan Irfana

Abstract


Keberadaan fasilitas kesehatan belum selalu menjamin keterjangkauan karena akses masyarakat dipengaruhi oleh konfigurasi jaringan jalan. Penelitian ini bertujuan merancang kerangka pemodelan spasial-optimasi untuk merekomendasikan lokasi Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kecamatan Dramaga, Ciomas, dan Ciampea, Kabupaten Bogor. Jaringan jalan OpenStreetMap dimodelkan sebagai graf berbobot, jarak tempuh dihitung dengan algoritma Dijkstra, dan lokasi dioptimalkan dengan Maximum Coverage Location Problem (MCLP) pada radius pelayanan jaringan 3 km. Analisis terhadap 34 desa (459.982 jiwa) dan 12 puskesmas eksisting menunjukkan bahwa 95,28% penduduk telah tercakup, sedangkan 21.715 jiwa di Cihideung Ilir dan Mekarjaya belum tercakup. Jarak jaringan lebih besar daripada jarak Euclidean pada 99,51% pasangan desa–puskesmas dengan rata-rata detour ratio 1,54. Pada skenario satu Pustu, MCLP menghasilkan empat solusi optimal setara dengan tambahan cakupan 11.994 jiwa; optimasi hierarkis menetapkan Cihideung Ilir sebagai lokasi rekomendasi sehingga cakupan meningkat menjadi 97,89%.

Keywords


lokasi puskesmas pembantu; algoritma Dijkstra; MCLP; graph theory; aksesibilitas spasial

Full Text:

PDF

References


Apparicio, P., Abdelmajid, M., Riva, M., & Shearmur, R. (2008). Comparing alternative approaches to measuring geographical accessibility to health services. Health & Place, 14(2), 274–285. https://doi.org/10.1016/j.healthplace.2007.07.002

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor. (2024a). Kecamatan Ciampea dalam angka 2024. BPS Kabupaten Bogor.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor. (2024b). Kecamatan Ciomas dalam angka 2024. BPS Kabupaten Bogor.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor. (2024c). Kecamatan Dramaga dalam angka 2024. BPS Kabupaten Bogor.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor. (2025). Kabupaten Bogor dalam angka 2025. BPS Kabupaten Bogor.

Badan Standardisasi Nasional. (2004). SNI 03-1733-2004: Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan. BSN.

Boeing, G. (2017). OSMnx: New methods for acquiring, constructing, analyzing, and visualizing complex street networks. Computers, Environment and Urban Systems, 65, 126–139. https://doi.org/10.1016/j.compenvurbsys.2017.05.004

Church, R., & ReVelle, C. (1974). The maximal covering location problem. Papers of the Regional Science Association, 32(1), 101–118. https://doi.org/10.1007/BF01942293

Dijkstra, E. W. (1959). A note on two problems in connexion with graphs. Numerische Mathematik, 1(1), 269–271. https://doi.org/10.1007/BF01386390

Guagliardo, M. F. (2004). Spatial accessibility of primary care: Concepts, methods and challenges. International Journal of Health Geographics, 3(1), Article 3. https://doi.org/10.1186/1476-072X-3-3

Higgs, G. (2004). A literature review of the use of GIS-based measures of primary healthcare accessibility. Health & Social Care in the Community, 12(2), 119–130. https://doi.org/10.1111/j.1365-2524.2004.00481.x

Mas’udah, I. (2023). Pemetaan aksesibilitas pelayanan gedung fasilitas kesehatan di Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Vokasi Teknik Sipil, 1(2), 32–39. https://doi.org/10.26740/viteks.v1i2.54958




DOI: https://doi.org/10.56842/dikmat.v7i02.1793

Refbacks

  • There are currently no refbacks.