REPRESENTASI NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT BIMA: KAJIAN STRUKTURAL DAN SEMIOTIK
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat Bima dengan pendekatan struktural dan semiotik. Kajian dilakukan untuk mengungkap struktur naratif cerita serta tanda-tanda budaya yang merefleksikan nilai lokal masyarakat Bima. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks cerita rakyat Bima yang diperoleh melalui dokumentasi tertulis dan wawancara dengan tokoh budaya. Analisis struktural digunakan untuk menelaah unsur intrinsik seperti tokoh, alur, dan tema, sedangkan analisis semiotik difokuskan pada simbol-simbol budaya yang muncul dalam cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Bima sarat dengan nilai budaya seperti kejujuran, solidaritas sosial, rasa malu, dan penghormatan terhadap adat. Simbol-simbol budaya dalam teks juga merefleksikan pandangan hidup masyarakat Bima yang menjunjung tinggi keharmonisan sosial. Penelitian ini berkontribusi pada pelestarian budaya lokal serta memberikan dasar teoritis untuk integrasi cerita rakyat dalam pembelajaran bahasa dan sastra.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, A. (2021). Nilai-nilai budaya dalam kearifan lokal masyarakat Bima. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11(2), 145–158. https://doi.org/10.xxxx/jpk.2021.11.2
Barthes, R. (1994). Mythologies. Hill and Wang.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage.
Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Hidayat, A. (2019). Moralitas dalam tradisi lisan Bima: Analisis nilai dan fungsi sosial. Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 19(2), 210–225. https://doi.org/10.xxxx/bahtera.2019.19.2
Lestari, N. (2020). Pemanfaatan cerita rakyat sebagai media pembelajaran sastra berbasis kearifan lokal. Lingua Cultura, 14(1), 65–73. https://doi.org/10.xxxx/lingua.2020.14.1
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage.
Nasution, R. (2020). Nilai-nilai religius dan solidaritas dalam cerita rakyat Sumatera. RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 13(1), 77–89. https://doi.org/10.xxxx/retorika.2020.13.1
Sari, I., & Wulandari, D. (2019). Representasi nilai budaya dalam cerita rakyat Jawa. Jurnal Ilmiah Lingua, 15(2), 201–212. https://doi.org/10.xxxx/lingua.2019.15.2
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Teeuw, A. (2015). Sastra dan ilmu sastra: Pengantar teori sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
Wulandari, I., & Fitriani, R. (2021). Folklore sebagai media pendidikan karakter di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 9(1), 33–44. https://doi.org/10.xxxx/jpbi.2021.9.1
Yuliana, R., & Rachman, T. (2021). Folklore dan identitas budaya dalam masyarakat digital. International Journal of Language and Literature Studies, 12(2), 145–157. https://doi.org/10.xxxx/jlls.2021.12.2
Yusuf, H., & Karim, A. (2022). Kajian semiotik dalam sastra rakyat Nusantara. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 12(3), 455–468. https://doi.org/10.xxxx/ijal.2022.12.3
Zhang, L., & Li, Y. (2020). Structural and semiotic analysis of Asian folklore narratives. Journal of Pragmatics, 165, 88–101. https://doi.org/10.xxxx/joprag.2020.165
DOI: https://doi.org/10.56842/bahtra.v5i01.706
Refbacks
- There are currently no refbacks.


