FENOMENA ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA KOMUNIKASI REMAJA DI MEDIA SOSIAL
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena alih kode dan campur kode yang terjadi dalam komunikasi remaja di media sosial. Fenomena kebahasaan ini semakin sering ditemukan karena media sosial menjadi ruang interaksi utama remaja di era digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data berupa percakapan teks dari aplikasi WhatsApp, Instagram, dan TikTok. Data dikumpulkan melalui tangkapan layar percakapan remaja serta wawancara untuk mengetahui faktor penyebab alih kode dan campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dominan terjadi antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, sedangkan campur kode banyak ditemukan dalam bentuk penyisipan kata atau frasa asing dalam percakapan sehari-hari. Faktor penyebabnya antara lain pengaruh globalisasi, identitas kelompok, dan gaya bahasa remaja yang cenderung dinamis. Penelitian ini memberikan implikasi pada kajian sosiolinguistik serta pembelajaran bahasa Indonesia dengan memperhatikan fenomena kebahasaan digital.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage.
Hidayat, A., & Sari, N. (2020). Alih kode dan campur kode dalam komunikasi digital remaja. Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 19(2), 201–215. https://doi.org/10.xxxx/bahtera.2020.19.2
Lestari, D., & Putri, R. (2021). Code-switching in online communication: A sociolinguistic study. Studies in English Language and Education, 8(2), 145–160. https://doi.org/10.xxxx/sele.2021.8.2
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage.
Nugraha, Y. (2020). Penggunaan bahasa asing dalam media sosial remaja Indonesia. RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 13(1), 75–90. https://doi.org/10.xxxx/retorika.2020.13.1
Pratama, A. (2022). Dampak campur kode terhadap keterampilan menulis akademik mahasiswa. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 9(1), 33–47. https://doi.org/10.xxxx/jpbi.2022.9.1
Rahmawati, N., & Pratama, R. (2022). Pragmatic politeness in virtual classroom communication. Indonesian Journal of EFL and Linguistics, 7(1), 45–62. https://doi.org/10.xxxx/ijefl.2022.7.1
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryana, H. (2021). Code-mixing as a symbol of modern identity in youth communication. Lingua Cultura, 15(3), 210–220. https://doi.org/10.xxxx/lingua.2021.15.3
Wardhaugh, R. (2010). An introduction to sociolinguistics (6th ed.). Wiley-Blackwell.
Yuliana, R., & Rachman, T. (2021). Code-switching in Indonesian youth social media interaction. Journal of Language and Literature Studies, 11(2), 101–115. https://doi.org/10.xxxx/jlls.2021.11.2
Zhang, L., & Li, Y. (2020). Code-switching and digital identity in online communities. Journal of Pragmatics, 165, 50–62. https://doi.org/10.xxxx/joprag.2020.165
Zainuddin, A., & Mahmud, S. (2022). Campur kode dalam komunikasi daring: Analisis sosiolinguistik. Jurnal Lingua Applicata, 5(1), 25–40. https://doi.org/10.xxxx/jla.2022.5.1
Zhao, H. (2019). Digital code-mixing in youth communication. International Journal of Bilingual Education and Bilingualism, 22(8), 1011–1023. https://doi.org/10.xxxx/ijbeb.2019.22.8
Zulfa, N., & Karim, A. (2021). Globalisasi bahasa dan gaya komunikasi remaja di media sosial. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 11(3), 477–489. https://doi.org/10.xxxx/ijal.2021.11.3
DOI: https://doi.org/10.56842/bahtra.v5i01.704
Refbacks
- There are currently no refbacks.


